Berita Terkini

KPU Garut Ikuti Pelatihan Peningkatan Kapasitas Keprotokolan

KPU Kabupaten Garut mengikuti Kegiatan Peningkatan Kapasitas Keprotokolan di Lingkungan Sekretariat KPU melalui Zoom Meeting pada Selasa, (25/11/2025). Kegiatan peningkatan kapasitas keprotokolan ini dibuka oleh Kepala Bagian Persidangan dan Protokol KPU RI, kemudian dilanjutkan dengan penyampaian materi oleh para narasumber. Materi yang diberikan meliputi Dasar Hukum Keprotokolan, Manajemen Keprotokolan, serta Teknik Dasar MC Keprotokolan. Para peserta mendapatkan pemaparan komprehensif mengenai pelaksanaan keprotokolan yang profesional, mulai dari pengaturan acara, penyusunan susunan acara, tata tempat, tata upacara, hingga etika komunikasi resmi. Kegiatan ini sekaligus menekankan pentingnya peran keprotokolan dalam mendukung kelancaran setiap kegiatan kelembagaan, terutama untuk memastikan pelayanan publik yang prima dan citra organisasi yang semakin baik. Melalui kegiatan ini, seluruh jajaran sekretariat KPU Kabupaten Garut diharapkan mampu meningkatkan kompetensi, memahami standar keprotokolan secara terpadu, serta mengimplementasikannya dalam setiap kegiatan kedinasan. Upaya ini menjadi bagian dari komitmen KPU Kabupaten Garut untuk terus memperkuat profesionalitas penyelenggara pemilu dan menghadirkan layanan kelembagaan yang berintegritas serta responsif.  

KPU Garut Berbagi Gagasan tentang Partisipasi Politik Perempuan di Parmas Insight #5

Garut- Ketua Divisi Sosdiklih Parmas dan SDM KPU Kabupaten Garut, Rikeu Rahayu menjadi pemateri dalam kegiatan Parmas Insight Chapter #5, pada Kamis (6/11/2025). Materi kali ini membahas tema “Perempuan dan Partisipasi Politik dalam Pilkada (Ruang Partisipasi dan Kepemimpinan Perempuan)”. Kadiv Sosdiklih Parmas dan SDM KPU Kota Bogor, Darma Djufri turut menjadi pemateri bersama Rikeu Rahayu, berbagi pengalaman dan pengetahuan terkait peran perempuan dalam politik dan kepemiluan. Sesi berbagi ini berlangsung dinamis, menghadirkan beragam pandangan dari perspektif yang berbeda. Sekretaris KPU Provinsi Jawa Barat, Eko Iswantoro menyampaikan bahwa kegiatan Parmas Insight merupakan langkah positif untuk mengembangkan kapasitas parmas. Ia juga menekankan pentingnya gagasan inovatif agar informasi kepemiluan dapat dikemas lebih menarik dan mudah diterima masyarakat. Sementara itu, Ketua Divisi Sosdiklih Parmas KPU Provinsi Jawa Barat, Hedi Ardia menegaskan bahwa publikasi media sosial perlu memperhatikan unsur visual, penulisan, serta kekuatan pesan yang disampaikan. Beliau juga memberikan masukan terkait evaluasi pengelolaan website, menjadi bahan berharga bagi KPU Kabupaten Garut dalam memperkuat strategi komunikasi publiknya. Kegiatan Parmas Insight menjadi ruang strategis bagi KPU se-Jawa Barat untuk saling berbagi praktik baik, memperkuat kolaborasi, dan menumbuhkan gagasan inovatif. Melalui forum ini, diharapkan semangat untuk mendorong kesetaraan, memperluas ruang partisipasi politik, serta memperkuat literasi demokrasi dapat terus tumbuh dan mengakar di setiap daerah.

KPU Kabupaten Garut Hadiri Sosialisasi Pembangunan Zona Integritas dan SPIP oleh KPU Jawa Barat

Garut- KPU Kabupaten Garut mengikuti kegiatan Membahas Hukum (MH) seri #9 yang diselenggarakan oleh KPU Provinsi Jawa Barat, pada Rabu, (5/11/2025) di Aula Setia Permana. Kegiatan ini mengusung tema “Sosialisasi Pembangunan Zona Integritas dan Keputusan KPU Nomor 855 Tahun 2025 tentang Pedoman Teknis Penyelenggaraan Sistem Pengendalian Intern Pemerintah di KPU, KPU Provinsi, dan KPU Kabupaten/Kota” dan diikuti oleh Ketua Divisi Hukum Pengawasan, Asyim Burhani; Ketua Divisi Parmas dan SDM, Rikeu Rahayu; Sekretaris, Asep Budiyanto; Kasubbag Teknis Penyelenggaraan dan Hukum, Dudi Muharam; serta Operator SPIP, Herly Septy. Ketua KPU Provinsi Jawa Barat, Ahmad Nur Hidayat membuka acara dengan menyampaikan urgensi penyusunan SPIP oleh seluruh satuan kerja. Selain itu, ia menjelaskan bahwa integritas adalah fondasi dalam menjalankan organisasi, maka dari itu tiap-tiap elemen dalam organisasi perlu menerapkan perilaku berintegritas. Turut hadir Anggota KPU RI, Iffa Rosita, yang menghimbau seluruh satuan kerja di Jawa Barat untuk mampu mewujudkan zona integritas dengan memastikan tiap sumber daya memiliki komitmen bersama dalam mewujudkan Wilayah Bebas Korupsi (WBK). Kepala Bagian Tata Usaha Kejaksaan Tinggi Jawa Barat, Malemna Sura Anabertha Br Sembiring, turut hadir dan menegaskan bahwa sinergitas antara KPU dan Kejaksaan perlu diperkuat, khususnya di Jawa Barat. Selain itu, KPU sebagai lembaga penyelenggara harus memperkuat pembangunan ZI, bukan hanya sebagai formalitas, tetapi sebagai wujud komitmen terhadap pemerintahan yang bersih. Anggota KPU Jawa Barat, Abdullah Sapi’i dan Aneu Nursifah, juga menambahkan bahwa dalam mendorong pembangunan ZI dan mewujudkan KPU yang WBK, diperlukan pengembangan kapasitas internal serta akselerasi pembangunan ZI di Kabupaten/Kota. Sebagai tindak lanjut, KPU Kabupaten Garut menegaskan komitmennya untuk mendukung penuh pembangunan Zona Integritas di lingkungan kerja, melalui penerapan nilai-nilai integritas, transparansi, dan akuntabilitas dalam setiap aspek penyelenggaraan kepemiluan. KPU Kabupaten Garut bertekad menjadi satuan kerja yang profesional, bersih, dan berorientasi pelayanan, guna mewujudkan penyelenggara pemilu yang berintegritas dan dipercaya masyarakat.  

Tingkatkan Literasi Politik Siswa, KPU Garut Adakan Sosialisasi Pemilih Pemula di SMK Fauzaniyyah

Garut-  KPU Kabupaten Garut melaksanakan kegiatan Sosialisasi Pendidikan Pemilih Pemula di SMK Fauzaniyyah Garut, pada Selasa (4/11/2025). Kegiatan diawali dengan sambutan sekaligus pembukaan oleh Anggota KPU Kabupaten Garut, Asyim Burhani. Sosialisasi ini menghadirkan narasumber Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Garut, Nurrodhin, Akademisi Universitas Garut,  Aceng Ulumudin, serta Ketua Divisi Parmas dan SDM KPU Kabupaten Garut, Rikeu Rahayu. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman para pemilih pemula mengenai pentingnya partisipasi dalam Pemilu dan Pilkada, sekaligus menumbuhkan kesadaran akan peran mereka sebagai warga negara dalam menentukan arah pembangunan bangsa. Melalui sosialisasi ini, para siswa diharapkan dapat memahami tahapan penyelenggaraan Pemilu, mengenal nilai-nilai demokrasi, serta menjadi pemilih yang cerdas, kritis, dan bertanggung jawab dalam menggunakan hak pilihnya. Selain itu, kegiatan ini juga mendorong para pemilih muda untuk menumbuhkan sikap anti-golput, meningkatkan literasi politik sejak dini, serta memperkuat karakter generasi muda sebagai bagian dari pelaku demokrasi yang aktif dan berintegritas. KPU Kabupaten Garut berkomitmen untuk terus menjangkau sekolah-sekolah di berbagai kecamatan, agar pendidikan pemilih dapat berlangsung secara merata dan berkelanjutan. Diharapkan, tingkat partisipasi pemilih muda pada Pemilu dan Pilkada mendatang dapat meningkat secara signifikan. KPU Kabupaten Garut meyakini bahwa generasi muda merupakan kunci keberlanjutan demokrasi. Dengan bekal pengetahuan dan kesadaran politik yang baik, para pemilih pemula dapat menjadi agen perubahan dalam mewujudkan Pemilu yang partisipatif, inklusif, dan berintegritas.  

Bangun Etos Kerja Berintegritas, CPNS KPU Kabupaten Garut Siap Wujudkan Penyelenggara Pemilu Profesional

Garut- Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) KPU Kabupaten Garut mengikuti Sharing Knowledge Etos Kerja CPNS yang diselenggarakan oleh KPU Provinsi Jawa Barat secara daring, pada Selasa (28/10/2025). Kegiatan ini diikuti oleh seluruh CPNS KPU Kabupaten Garut dan dibuka oleh Kepala Bagian Parmas dan SDM KPU Provinsi Jawa Barat, Yunike Puspita. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya peran CPNS dalam memahami kelembagaan serta sistem kerja di KPU. CPNS juga diingatkan untuk menghayati dan menerapkan asas pemilu LUBERJURDIL (Langsung, Umum, Bebas, Rahasia, Jujur, dan Adil) bukan hanya secara teoritis, tetapi juga dalam perilaku dan kinerja sehari-hari. Narasumber utama, Sekretaris KPU Provinsi Jawa Barat, Eko Iswantoro, turut membagikan pengalaman dan wawasan seputar etos kerja ASN. Beliau menjelaskan bahwa sebagai ASN, setiap individu akan melalui berbagai proses dan tahapan pembinaan. Dalam konteks kepemiluan, CPNS juga diharapkan memahami bahwa keberhasilan pemilu tidak lepas dari kerja kolektif, inovasi satuan kerja, serta kolaborasi dengan berbagai pihak, terutama dalam kegiatan sosialisasi dan pendidikan pemilih. Kegiatan ini menjadi ajang pembelajaran dan refleksi bagi CPNS KPU Kabupaten Garut untuk menumbuhkan semangat profesionalisme, integritas, serta tanggung jawab sebagai bagian dari penyelenggara pemilu. Melalui forum ini, peserta diajak untuk memperkuat nilai-nilai dasar ASN dalam mendukung penyelenggaraan pemilu yang berintegritas, transparan, dan berkeadilan. Diharapkan, para CPNS KPU Kabupaten Garut mampu menginternalisasi nilai-nilai ASN serta membangun etos kerja yang profesional, inovatif, dan berorientasi pada pelayanan publik. Dengan semangat baru, mereka siap berkontribusi aktif mendukung visi dan misi KPU sebagai lembaga penyelenggara pemilu yang mandiri, profesional, dan berintegritas.

Memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-97, KPU Kabupaten Garut Kobarkan Semangat Persatuan

Garut- KPU Kabupaten Garut gelar upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-97 pada Selasa, (28/10/2025). Upacara ini diikuti oleh Ketua dan Anggota KPU Kabupaten Garut, Sekretaris, serta seluruh jajaran sekretariat KPU Kabupaten Garut. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk penghormatan terhadap semangat persatuan dan perjuangan para pemuda Indonesia yang telah mengikrarkan Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 1928. Momentum ini menjadi pengingat penting bahwa semangat Sumpah Pemuda tidak hanya tentang persatuan dalam keberagaman, tetapi juga tentang komitmen untuk terus berkontribusi bagi kemajuan bangsa. Dengan semangat “Pemuda Pemudi Bergerak, Indonesia Bersatu”, seluruh insan KPU Kabupaten Garut diharapkan dapat meneladani nilai-nilai perjuangan dan nasionalisme generasi muda terdahulu, serta menumbuhkan rasa tanggung jawab dalam menjalankan tugas penyelenggaraan pemilu yang berintegritas dan berkeadilan. Semangat Sumpah Pemuda hendaknya menjadi inspirasi bagi seluruh elemen bangsa, termasuk penyelenggara pemilu, untuk terus memperkuat persatuan dan menjaga kepercayaan publik demi terwujudnya demokrasi yang kokoh di Indonesia.