Perilaku Pemilih Indonesia dan Peran KPU dalam Membangun Pemilih Kritis dan Berintegritas
Perilaku pemilih merupakan aspek penting untuk dapat memahami kualitas demokrasi elektoral. Indonesia merupakan negara dengan keberagaman sosial dan budaya, sehingga hal ini memengaruhi pola perilaku pemilih yang sifatnya berama dan dinamis. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis perilaku pemilih di Indonesia melalui tiga perspektif utama, yaitu: sosiologis, psikologis, dan pilihan rasional. Selain itu, artikel ini berusaha untuk mengkaji peran KPU dalam membangun pemilih yang kritis dan berintegritas. Dengan pendekatan metode kualitatif studi literatur, hasil kajian mengemukakan bahwa perilaku pemilih sosiologis masih dipengaruhi oleh faktor identitas sosial seperti agama, lingkungan, dan ikatan kekerabatan, sementara perilaku psikologis tercermin melalui kedekatan emosional dan loyalitas antara pemilih dengan calon. Selain itu, perilaku pemilih rasional yang mulai berkembang dengan seiring meningkatnya akses informasi dan literasi politik masyarakat. KPU memiliki peran strategis melalui pendidikan pemilih, penyediaan informasi, serta pemanfaatan media digital untuk menjangkau berbagai segmentasi masyarakat. Upaya tersebut diharapkan mampu mendorong pergeseran perilaku pemilih menuju pilihan yang lebih rasional, kritis, dan berintegritas, sehingga berkontribusi pada penguatan kualitas demokrasi di Indonesia.
Selengkapnya Bisa dilihat disini